Rabu, 25 November 2009

Apa itu Flu Burung?

Flu Burung (H5N1) adalah suatu jenis influenza tipe A yang menyerang hewan unggas terutama ayam dan kadangkala kepada manusia. Flu Burung dapat berpindah dari unggas hidup kepada manusia, walaupun penularan antara manusia relatif jarang terjadi. Gejala umum dari flu burung sama seperti virus influenza lainnya, seperti demam nyeri seluruh persendian otot, batuk dan sakit tenggorokan. Namun, pada berberapa kasus dapat berakibat pada demam yang tinggi, infeksi paru-paru, gagal pernafasan, kegagalan fungsi organ lainnya,

CARA UNTUK MENCEGAH FLU BURUNG

Konsumsi produk ternak unggas dengan aman
Untuk mengkonsumsi daging ayam, masak daging pada suhu mendidih lebih dari 1 menit, karena virus AI akan mati pada suhu 80 derajat celcius pada pemanasan selama 1 menit. Sedangkan untuk merebus telur dapat dilakukan pada suhu di atas 64 derajat celcius selama 6 menit, karena virus akan mati pada suhu 64 derajat celcius pada pemanasan selama 4,5 menit).

Gejala penyakit dan penyebarannya
Gejala klinis yang sering ditemukan pada ayam/unggas yang terjangkit flu burung, antara lain:

  • Jengger dan pial membengkak dengan warna kebiruan
  • Perdarahan merata pada kaki yang berupa bintik-bintik merah (ptekhi) atau ada sering disebut juga "kaki kerokan"
  • Adanya cairan pada mata dan hidung (gangguan pernapasan)
  • Keluar cairan eksudat jernih hingga kenthal dari rongga mulut
  • Diare
  • Haus berlebihan
  • Kerabang telur lembek
  • Tingkat kematian sangat tinggi mendekati 100% (kematian dalam waktu 2 hari, maksimal 1 minggu)

Media penyebaran dan penularan dapat melalui (a) kotoran unggas, (b) sarana transportasi ternak, (c) peralatan kandang yang tercemar, (d) pakan dan minuman unggas yang tercemar, (e) pekerja di peternakan, (f) burung.

Pencegahan, Pengendalian, dan Pemberantasan
Prinsip dasar yang diterapkan dalam pencegahan, pengendalian, dan pemberantasan Avian influenza atau flu burung ini, adalah:

  • Mencegah kontak antara hewan peka dengan virus AI
  • Menghentikan produksi virus AI oleh unggas tertular (menghilangkan virus AI dengan dekontaminasi/disinfeksi)
  • Meningkatkan resistensi (pengebalan) dengan vaksinasi
  • Menghilangkan sumber penularan virus, dan
  • Peningkatan kesadaran masyarakat (public awareness)

Dalam pelaksanaannya, dapat dilakukan melalui 9 tindakan yang merupakan satu kesatuan satu sama lainnya yang tidak dapat dipisahkan, yaitu:

  1. Peningkatan biosekuriti
  2. Vaksinasi
  3. Depopulasi (pemusnahan terbatas atau selektif) di daerah tertular
  4. Pengendalian lalu lintas keluar masuk unggas
  5. Surveillans dan penelusuran (tracking back)
  6. Pengisian kandang kembali (restocking)
  7. Stamping out (pemusnahan menyeluruh) di daerah tertular baru
  8. Peningkatan kesadaran masyarakat (public awareness)
  9. Monitoring dan evaluasi

Tidak ada komentar:

Posting Komentar